Yoh 15:18-21
Menjadi sahabat Yesus dan tinggal di dalam kasih-Nya berarti menjadi seperti Dia. Menjadi seperti Yesus berarti mengalami apa yang dialami-Nya. Apa yang dialami oleh Yesus selama perutusan-Nya? Dunia membenci Dia. Manusia menolak cinta-Nya dan lebih memilih untuk tinggal dalam kegelapan dosanya (bdk. Yoh. 1: 9 -11). Puncak dari kebencian dan penolakan mereka adalah penyaliban Yesus hingga wafat! Tetapi, dari kematian itulah Yesus menganugerahkan kehidupan dan harapan baru bagi semua orang. Pengalaman yang sama akan dialami oleh setiap murid yang sungguh hidup sebagai sahabat Yesus dan yang tinggal di dalam-Nya. Sahabat-sahabat Yesus dipanggil untuk membawa kehidupan bagi semua orang, sekalipun itu dilalui dengan penolakan dan kebencian.
Kita adalah sahabat-sahabat Yesus. Sebagai sahabat-sahabat-Nya, kita dipanggil untuk hidup seperti Dia. Kita dipanggil menjadi perpanjangan tangan-Nya. Dia menghendaki agar kita membiarkan hidup kita menjadi saluran kasih dan hidup baru yang diberikan-Nya kepada semua orang. Menjadi saluran kasih dan hidup baru berarti kita keluar dari diri kita sendiri dan memberi per-HATI-an kepada orang lain. Bahkan kita melakukan ini sekalipun orang lain menolak kita. Kita tidak lagi memikirkan dan mempertahankan kepentingan dan kehormatan diri kita sendiri, tetapi kita lebih memikirkan apakah orang lain yang ada di sekitar kita sudah hidup dan bertumbuh dengan lebih baik?; apakah mereka tidak sendirian dan kesepian?; apakah mereka sungguh mengalami dicintai?
Kita perlu bertanya pada diri kita sendiri: apakah aku sudah hidup sebagai sahabat Yesus? Apakah aku sungguh mencintai Yesus ataukah aku lebih memilih mencintai diriku sendiri dan mencintai apa yang dicintai oleh dunia ini? Belajarlah menjadi SAHABAT Yesus! (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible





Wahh, sangat susah dan sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin. Semoga saya bisa jadi sahabat Yesus, dengan usaha pribadi dan pertolongan Roh Kudus, Amin….