Bacaan: Lukas 2:16-21
Hari ini kita memasuki tahun 2009. Pada akhir tahun 2008, seorang teman bertanya kepada saya: Apakah ada resolusi untuk tahun 2009? Maksudnya, apa ya harapan untuk tahun 2009 setelah menjalani tahun 2008? Saya hanya mengatakan “semoga semakin dekat dengan Tuhan.” Mengapa? Tahun 2009 masih terhampar di hadapan kita, bagaikan hutan rimba yang harus kita terobos. Mau tidak mau, kita harus menjalani tahun ini, apa pun peristiwa yang akan kita hadapi. Ada aneka keraguan, ketakutan dan keyakinan dalam menjalani tahun ini. Maka, jawaban yang saya berikan kepada teman itu cukup beralasan di mana ketika kita semakin dekat dengan Tuhan, kita akan melangkah dengan penuh keyakinan menjalani keseharian hidup kita di tahun ini.
Mari kita belajar dari Maria Bunda Allah yang kita rayakan di awal tahun ini. Penginjil Lukas mengisahkan sikap Maria yang sangat berbeda dengan orang lain ketika mendengar segala apa yang diceritakan oleh para gembala tentang bayi Yesus. Segala apa yang dikatakan Tuhan kepada mereka sungguh menjadi kenyataan. Ketika semua orang heran dengan segala apa yang dikatakan oleh para gembala itu, Maria memilih untuk menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (ayat 19). Maria memilih untuk diam dan merenungkan segala peristiwa dalam iman akan Tuhan. Dia tidak jatuh pada keheranan belaka, tetapi dia mencari kehendak Tuhan dalam setiap peristiwa. Dia menerima segala peristiwa dalam mata iman.
Sepanjang tahun 2009 ini, kita akan berhadapan dengan aneka peristiwa. Ada yang menggembirakan dan ada yang menyedihkan. Ada yang kita terima dan ada yang kita tolak. Aneka reaksi yang kita berikan terhadap peristiwa hidup kita kerapkali hanya didasarkan pada kebutuhan kita semata. Kalau peristiwa ini menguntungkan, maka saya menerimanya. Sebalik jika tidak menguntungkan, maka saya berusaha menghindarinya dan bahkan kita menyalahkan orang lain atau Tuhan. Nah, Maria memberikan teladan kepada kita bagaimana menghadapi peristiwa-peristiwa di dalam hidup kita. Kita hendaknya tidak cepat mengambil sikap atau menilai peristiwa yang kita alami, tetapi kita hendaknya DIAM SEJENAK dan merenungkan peristiwa itu di dalam iman. Kita hendaknya selalu bertanya kepada Tuhan: “ Tuhan, apa yang Engkau kehendaki terhadapku (atau terhadap keluargaku) di dalam peristiwa ini?”. Oleh karena itu, mari kita semakin dekat dengan Tuhan! (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: 2009, Iman, Lukas, maria, Peristiwa, Tahun Baru, Tuhan, Yesus




