• Categories

  • Foto-foto

    Foto Bersama

    candi

    More Photos
  • Archives

  • Recent Comments

    Fr. Bastian-Wawan, C… on Buku Tamu
    Ignatius on Buku Tamu
    Flo on Buku Tamu
    herlina tanaga on SERAHKAN HIDUPMU PADA-NYA
    Fr. Bastian-Wawan, C… on Buku Tamu
    Fr. Bastian-Wawan, C… on SEKSUALITAS MANUSIA: DALAM PER…
  • Blog Stats

    • 49,551 hits
  • RSS Berita Kompas

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

[RENUNGAN] Sabtu, 13 Desember 2008

Bacaan Injil : Matius 17: 10-13

Setiap kali ada peristiwa penting, selalu ada orang yang diutus untuk menyiapkan segala sesuatu. Segala sesuatu perlu disiapkan agar orang-orang siap menyambut peristiwa itu. Dalam Kitab Sucipun kita mendengarkan hal yang sama. Dalam Perjanjian Lama kita mendengar tokoh Elia yang diutus oleh Tuhan untuk mengingatkan bangsa Israel akan janji Allah. Namun, bangsa Israel menolak kehadiran Elia, sehingga Elia tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam Perjanjian Baru kita mendengar tokoh Yohanes Pembaptis. Ia diutus untuk menyiapkan kedatangan Yesus, Sang Mesias. Namun, berapa orang yang mau mendengarkan seruan Yohanes pembaptis?

Di sekitar kita pun, juga ada orang yang diutus oleh Tuhan sendiri untuk mengingatkan kita, untuk membantu kita mencarikan jalan ke luar atas permasalahan hidup kita, untuk menguatkan kita, dan sebagainya. Namun, seringkali mata hati kita kurang mampu melihat dan menerima kehadiran orang itu. Mengapa? Karena keahdiran orang itu seringkali mengusik ketenangan hati kita. kita cenderung suka akan kemapanan dan mencari sesuatu yang menyenangkan diri kita. Itulah yang membuat kita menutuo telinga dan mata hati kita; sampai kita tersadar, ternyata kita sudah begitu jauh tersesat, masalah menjadi sedemikian pelik dan berat, lalu kita dengan mudah menyalahkan Tuhan dan orang-orang yan ada di sekitar kita.

Masa adven ini adalah saat yang baik untuk mendengarkan dan menerima orang-orang yang diutus oleh Tuhan sendiri untuk kita. dalam Kitab Suci kita mendengar tokoh Yesaya, Elia, Yohanes Pembaptis, Maria, dan sebagainya. Dalam kehidupan kita sehari-haripun, ada orang-orang seperti itu, baik orang yang dekat dengan kita, atau mungkin orang yang kita benci. Maka, marilah kita belajar mendengarkan suara mereka dalam hidup kita. (fr. kurniawan, cm)

Leave a Reply