[RENUNGAN] Kamis, 27 November 2008

Pesta St. Perawan Maria dari Medali Wasiat

Bacaan: Yohanes 2:1-11

Ketika masih kecil, mama sungguh tahu apa yang menjadi kebutuhan saya karena dia sungguh dekat dan mengenal saya. Tanpa meminta, mama biasanya langsung memberitahu papa apa yang menjadi kebutuhan saya, dan lantas papa segera memenuhinya. Kesedian untuk memenuhi kebutuhan saya, sekalipun tidak mengatakan dan memintanya, pertama-tama didasari oleh relasi cinta dan penuh percaya di dalam keluarga.

****

Yesus mengadakan mukjizat pertama di dalam pesta perkawinan di Kana. Sekalipun belum tiba saatnya, Yesus toh membuat suatu mukjizat yang luar biasa, yakni mengubah air menjadi anggur. Terjadinya mukjizat mengubah air menjadi anggur tidak lepas dari jasa Maria. Ketika melihat bahwa para pelayan dari pemilik pesta perkawinan sedang mengalami kebingunan karena telah kehabisan anggur, Maria segera datang memberitahukan kepada Yesus bahwa pemimpin pesta telah kehabisan anggur. Maria hanya memberitahukan dan bahwa adanya dialog lain antara Yesus dan Maria tidak dikisahkan dalam Injil hari ini. Rupanya Yesus sungguh tahu apa yang diharapkan oleh Maria, yakni melakukan sesuatu agar pemimpin pesta tidak malu di hadapan para tamunya karena anggur adalah bagian terpenting di dalam pesta. Walaupun belum tiba saatnya, Yesus mengabulkan apa yang diharapkan oleh Maria. Apa yang menjadi dasar pertimbangan Yesus untuk mengabulkan harapan Maria tidak dikatakan lebih lanjut. Tetapi, kita mungkin bisa mengatakan bahwa pribadi Maria yang hidup seturut kehendak Allah menjadi faktor utama bagi Yesus untuk memenuhi keingan Ibu-Nya. Bukankah Yesus pun hidup seturut kehendak Bapa-Nya? Permintaan Maria pun pastilah tidak jauh dari kehendak untuk melakukan kehendak Allah, yakni menunjukkan belas kasih Allah kepada mereka yang sungguh membutuhkan.

Maria adalah teladan iman dan orang yang selalu menunjukkan kepedulian kepada orang lain. Sebagai orang yang dekat dengan Putera-Nya dan sekarang telah hidup bahagia bersama Allah tentu saja Maria sungguh tahu apa yang menjadi kebutuhan kita dan akan melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dalam hidup kita. Dia akan memohonkan rahmat Allah asal berguna bagi jiwa kita! Maka, mari kita meneladan hidup dan iman Maria, yakni dalam kesucian dan keselarasan dengan kehendak Allah (misalnya, kepedulian dengan orang lain), agar Allah pun menganugerahkan kita rahmat lewat St. Maria. (fr. bastian-wawan, cm)

Leave a Reply