Bacaan: Lukas 13 : 10-17
2 minggu yang lalu saya kembali mengunjungi salah satu Lembaga Permasyarakatan (LP). Selama menunggu kedatangan Romo yang akan mempersembahkan ekaristi, saya mendapat kesempatan untuk sharing dengan
beberapa napi. Dalam sharing itu terbersit suatu harapan dari mereka untuk menghirup udara bebas. Terkadang jika mereka menghitung-hitung masa penahahan mereka yang cukup lama, mereka agak ragu sampai kapan mereka harus berharap. Namun toh, di tengah kegalauan dan kekuatiran itu, mereka tetap membangun sebuah harapan bahwa mereka pasti akan segera bebas dan berjumpa dengan orang-orang yang mereka cintai. Kerinduan para napi untuk menghirup udara bebas adalah harap yang sangat besar di saat mereka berada di balik tembok penjara.
Hari ini Yesus berjumpa dengan seorang Ibu yang telah delapan belas tahun berada dalam “penjara roh jahat”. Ibu itu dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Yesus tahu bahwa Ibu itu ingin hidup normal. Ibu itu ingin sembuh. Ibu itu berharap segera bebas dari penjara iblis itu. Karena itu, Yesus menyembuhkannya sekalipun pada saat itu adalah hari sabat! Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Namun Yesus menyebut dia dan golongannya sebagai orang munafik di mana mereka melepaskan dan memberi makan binatang peliharan mereka sekalipun hari sabat, sementara itu mereka tidak mau melihat kesembuhan Ibu yang sudah lama terbelenggu hanya demi aturan hari sabat. Di sini Yesus mengajak pendengarNya untuk lebih mengutamakan cinta kasih daripada hanya menghayati aturan demi aturan itu sendiri.
Dalam hidup sehari-hari, kita kerapkali mengalami konflik untuk melakukan sesuatu yang baik hanya karena aturan atau kekuasaan/otoritas yang berada di atas kita mengancam karier kita jika kita melakukan sesuatu yang melawan keputusannya. Tetapi, hari ini Yesus mengajak kita untuk melakukan kebaikan tanpa ada rasa takut. Jika kita melakukan kebaikan yang didasari oleh cinta kasih dan bukan supaya dinilai baik, maka cepat atau lambat kita akan melihat bahwa banyak orang yang akan mendukung apa yang telah kita lakukan. Belajarlah dari Yesus bagaimana Dia mengerjakan kebaikan demi kebaikan orang lain! (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: aturan, bebas, cinta kasih, iblis, penjara, sembuh, setan, terbelenggu




