[RENUNGAN] Senin, 20 Oktober 2008

 

Bacaan: Lukas 12 : 13 – 21

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Luk12:15)

 

Bapak Naruto dikenal oleh teman-temannya sebagai pekerja keras, di samping dia sebagai orang yang baik dan jujur. Dia sungguh bertanggung jawab atas tugas yang diembankan kepadanya. Pagi-pagi benar, dia sudah berangkat ke tempat kerja dan pada malam hari baru kembali ke rumah. Maklum, dia selalu lembur dan juga jarak antara rumah dan tempat bekerja sangat jauh. karena sungguh serius dengan pekerjaannya, Karier dan kehidupan keluarga Bpk.  Naruto, dari hari ke hari, semakin membaik. Prestasi yang demikian baik semakin membuat Bpk. Naruto menghabiskan hari-harinya dengan pekerjaan. “Saya melakukan ini untuk masa depan keluarga”, katanya dalam hati. Tidak mengherankan, pekerjaan kantor pun dibawah ke rumah. Sayang sekali, Bpk. Naruto merasa yakin bahwa apa yang dilakukannya telah membahagiakan anak-anak dan isterinya. Rupanya yang terjadi sebaliknya, mereka merasa tidak diperhatikan. Perselisihan pun semakin sering terjadi di dalam keluarga. Anak-anak mencari perhatian dan kasih sayang di luar rumah, hingga mereka jatuh narkoba.

Bekerja untuk mengumpulkan harta tidak terlalu jelek, bukan? Memang setiap orang dari antara kita harus bekerja dan tidak boleh bermalas-malasan. Tetapi, segala pekerjaan yang kita lakukan akan menjadi sesuatu yang kurang baik dan menjadi malapetaka dalam hidup kita, jika kita hanya menghabiskan seluruh hidup kita dalam pekerjaan itu tanpa memperhatikan sisi lain atau tanggung jawab lain yang perlu kita kerjakan dalam hidup keseharian kita. Kisah Bapak Naruto memberi contoh kepada kita bagaimana hidup mereka yang hanya mementingkan salah satu aspek dalam hidup atau tidak memiliki keseimbangan hidup.

Yesus mengingatkan orang banyak akan bahaya ketamakan terhadap kekayaan. Dia berkata: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (ayat 15). Keberartian hidup kita tidak terletak pada seberapa besar kekayaan yang kita miliki. Tetapi, kita hanya melihat arti hidup kita jika kita mampu melihat dan mengalami bahwa segala yang telah kita capai sebagai kasih karunia Tuhan dalam hidup kita. Kita juga melihat arti hidup ini jika kita melihat bahwa segala yang telah kita miliki yang merupakan pemberian dari Allah tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk kebahagiaan orang lain. Artinya hidup kita hanya berarti jika kita peduli dengan orang lain. Siapa yang kita perlu perhatikan?  Mereka adalah anak dan istri Anda, orang-orang yang luput dari perhatian Anda dan terlebih mereka yang belum beruntung dalam hidupnya. Harta yang paling berharga yang dianugerahkan oleh Tuhan dalam hidup Anda adalah CINTA  . BERILAH CINTA ITU KEPADA SIAPA SAJA YANG MEMBUTUHKANNYA. (fr. bastian-wawan, cm)

4 Responses

  1. Salam kenal Frater Wawan, saya Fery Kurniawan, saya mengetahui site ini dari site pacar saya (imaginecake.com). Artikel dan renungannya bagus, bisa buat tambahan mengisi jiwa :)

    Frater tidak membuat blogroll? kalo ada (atau kedepannya akan diadakan) saya ingin tukeran link dengan site saya, terima kasih

    Fery

  2. Hai Fery…
    makasih ya kunjungannya….juga dukungannya atas blog ini…blognya masih sederhana..tidak sebagus blog imaginecake.com….

    aq gak buat blogroll…tapi aq buat halaman khusus link site…ntar biar aq masukin di link aja ya… imaginecake.com dah aq masukin di page link lho…..

    gbu

  3. wah frater merendah nih, webnya bagus kok, contentnya oke, kenapa tidak dibuat domain resmi saja frater? diamsejenak.com masih bisa diregister kok, biar lebih keren dan resmi tuh :)

    saya juga mau dilink kan dong dihalaman linknya diamsejenak :)
    terima kasih

  4. To: Fery
    makasih pujiannya ya…. ini emang hanya blog kecil
    emang aq senang klo punya domain resmi…tapi gak sanggup mambayarnya…maklum dech…..

    semoga kedepan punya domain sendiri..
    klo save code theme or layout yg baru, juga harus bayar seperti buat domain sendiri, kan?

    blognya Fery, aq link di blog ini…
    gbu

Leave a Reply