Bacaan: Lukas 11: 15-26
Saudara pernah salah mengerti atau disalah-mengerti orang lain, bukan? Hari ini Yesus pun disalah-mengerti! Mari kita sejenak belajar dari pengalaman Yesus hari ini.
Pengusiran setan yang dilakukan oleh Yesus disalah-mengerti oleh mereka yang menyaksikannya. Mereka memahami bahwa Yesus mengusir setan karena kuasa Beelzebul, penghulu setan. Mereka tidak percaya bahwa Yesus melakukannya dengan kuasa-Nya sendiri. Karena itu, mereka meminta Yesus untuk membuat suatu tanda atau mujizat lain yang bisa meyakinkan mereka bahwa Yesus sungguh bertindak atas kuasa-Nya sendiri. Kesalah-pahaman dan ketidakpercayaan mereka atas kuasa Yesus tidak lain disebabkan oleh kebencian dan ketertutupan hati mereka terhadap pewartaan Yesus. Karena kebencian dan ketertutupan hati atas kebenaran lain di luar diri mereka, mereka tidak bisa berbipikir dan menilai serta bertindak secara benar. Lantas, jalan pikiran mereka dikecam oleh Yesus: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.” (ayat 17-18).
Dalam kehidupan bersama, kita kadang-kadang sering mengalami konflik hanya karena salah mengerti orang lain. Kita memaksakan keyakinan dan kebenaran kita sendiri terhadap orang lain. Kita tidak mau melihat apa sesungguhnya duduk persoalannya. Hari ini Yesus mengundang kita untuk membuka hati pada Kerajaan Allah, yakni Kasih Allah yang akan memampukan kita untuk mengerti dan menerima kebenaran orang lain dan terlebih-lebih tindakan Allah sendiri dalam hidup kita yang sering kita salah mengerti. (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: kasih, konflik, salah paham, setan, Yesus





renungannya ok!
GBU