[RENUNGAN] Jumat, 19 September 2008

Bacaan: Luk 8: 1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, 2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Renungan:

Pengalaman merasa dicintai oleh sahabat kerapkali menjadi kekuatan bagi kita untuk keluar dari diri kita dan berusaha memberi perhatian terhadap sahabat itu, terhadap apa yang dicintai dan apa yang menjadi pusat perhatiannya. Tidak hanya itu! Cintanya telah berkata kepada kita kalau kita ini adalah orang yang berharga, luar biasa, tiada duanya. Betapa kuat daya cinta itu!

Pengalaman dicintai oleh Yesus telah mendorong para murid, beberapa wanita yang telah disembuhkan, Maria Magdalena, Yohana, Susana dan banyak perempuan lain untuk hadir bersama dengan Yesus dalam pelayanan. Mereka mengesampingkan kepentingan mereka hanya untuk bersama Yesus. Tidak hanya itu, para perempuan yang mengikuti Yesus melayani rombongan dengan kekayaan mereka. Mereka tidak ragu-ragu memberikan dan membagikan apa yang menjadi milik mereka. Mengapa mereka melakukan itu semua? Tidak lain, karena mereka mengalami kasih Yesus. Misalnya, para perempuan itu telah disembuhkan dari roh jahat atau dari pelbagai penyakit. Penyembuhan yang mereka alami adalah pengalaman nyata sebagai yang dikasihi oleh Yesus. Lantas, tampak bagi kita, pengalaman iman sebagai pribadi yang sungguh dicintai dan diterima oleh Yesus telah mengubah hidup para pengikut-Nya, dari hidup yang terpusat para diri sendiri kepada hidup yang berpusat pada Tuhan dan sesama.

Masing-masing dari antara kita adalah pribadi-pribadi yang dicintai. Kesadaran diri sebagai orang yang dicintai akan menyadarkan kita menjadi pribadi-pribadi yang kaya. Kekayaan kita adalah kasih Tuhan itu sendiri. Kalau kita menyadari dan mengimani itu, kita tidak akan merasa kekurangan terus-menerus dan sekaligus akan berani mengatakan “CUKUP serta berani memberi pada Tuhan dan sesama.

Percayalah… Anda adalah pribadi yang dicintai oleh Tuhan. Betapapun buruknya pandangan orang terhadapmu, Anda tetap sebagai pribadi yang dicintai oleh Tuhan. Sebagai pribadi yang dicintai, Anda pun dipanggil untuk member cinta kepada sesame Anda. (fr. Bastian-wawan, cm)

Leave a Reply