[RENUNGAN] Sabtu, 16 Agustus 2008

Bacaan Injil: Matius 19:13-15

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Renungan

“Selamat pagi Frater!”, seseorang sedang menyapa saya dengan ramah. Wah..kayakanya orang ini perhatian. Tetapi sunggung mengherankan, sesaat setelah saya berpamitan dengan orang itu, dia menunjukkan sikap yang berbeda terhadap orang lain yang bukan kaum berjubah. Dia berusaha menunjukkan bahwa dia sedang sibuk ketika ada seorang pengemis mengulurkan tangan kepadanya. Jangankan memberi uang, memandang pun tidak dilakukannya. Rupanya, status seseorang sungguh menjadi syarat bagi dia untuk menunjukkan sikap penerimaan.

Yesus menerima siapa pun. Bahkan Dia menerima mereka yang tidak berdaya dan masih tergantung kepada orang lain. Singkatnya, Semua orang di mata Yesus adalah sama dan berharga. Semua orang pantas dan berhak menerima berkat dan belaskasihan-Nya, tidak peduli bagaimana status hidupnya. Karena itu, Dia menegur para murid yang memarahi orang-orang yang membawa anak-anak kecil kepada-Nya untuk diberkati. Tindakan para murid itu, bagi Yesus, merupakan tindakan untuk menghalang-halang mereka yang mau datang kepada-NYa.

Di mata Yesus, kita adalah berharga. Karena kita demikian berharga, Dia membiarkan kita untuk menikmati rahmat-Nya. Tetapi, Dia tidak mengharapkan kita menikmati ramhat itu secara pribadi, tetapi kita dipanggil untuk membawa setiap orang kepada-Nya agar menimba kasih dan rahmat-Nya. Kita tidak dipanggil untuk menjadi penghalang bagi orang lain. Kita tidak dipanggil untuk menyengsarakan kehidupan orang lain. Kita dipanggil untuk menjadi BERKAT bagi orang lain. (fr. bastian-wawan, cm)

Leave a Reply