• Categories

  • Foto-foto

    Foto Bersama

    candi

    More Photos
  • Archives

  • Recent Comments

    Fr. Bastian-Wawan, C… on Buku Tamu
    Ignatius on Buku Tamu
    Flo on Buku Tamu
    herlina tanaga on SERAHKAN HIDUPMU PADA-NYA
    Fr. Bastian-Wawan, C… on Buku Tamu
    Fr. Bastian-Wawan, C… on SEKSUALITAS MANUSIA: DALAM PER…
  • Blog Stats

    • 49,551 hits
  • RSS Berita Kompas

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

[RENUNGAN] Rabu 25 Juni 2008

Bacaan Injil : Matius 7: 15-20

Saat ini, sepertinya semakin sulit untuk membedakan dengan pasti, langsung, dan jelas mana yang baik dan mana yang buruk. Rasionalitas manusia membuat segalanya seakan bisa menjadi tampaknya baik, tetapi sekaligus juga menjadi buruk. Semuanya lalu ditentukan oleh siapa yang lebih pandai berbicara dan berdebat. Yesus memperingatkan kita akan bahaya serigala buas berbulu domba. Bila serigala berbulu domba, pasti itu hanya bulunya saja atau penampilan luarnya domba, tetapi hatinya tetap serigala. Itulah yang tidak bisa disembunyikan karena sifat dan kesukaan domba jelas berbeda dengan serigala. Tetapi, lain dengan hati manusia. Hati manusia itu sulit ditebak. Maka, orang baru dapat memastikan apakah itu baik atau buruk dari buahnya.

Apakah aku sudah tulus dalam pelayanan? Hal itu bisa dilihat bila aku tetap melakukan pelayanan, meskipun ada banyak tantangan dan tidak adanya pujian atau penghargaan dari orang-orang di sekitarku. Banyaknya waktu yang kuhabiskan tidak menjamin ketulusanku dalam pelayanan. Apakah bergabung dengan kelompok A atau B itu baik bisa dilihat dari apakah aku semakin terbuka dengan kelompok-kelompok yang lain atau cenderung malah tertutup. Bila aku makin menutup diri, berarti buahnya jelek; itu berarti ada yang keliru. Apakah dia adalah seorang pemimpin yang baik? Kita bisa melihat dari tutur kata dan teladan hidupnya sehari-hari. Semuanya itu menjadi buah yang membuktikan apakah dia pemimpin yang baik atau tidak.

Demikianlah, saudara-saudari, Tuhan Yesus memberi kita cara sederhana untuk menilai diri kita, orang lain, dan segala yang terjadi di sekitar kita. Dari buahnyalah kita dapat mengenal mereka. Dan buah itu akan tampak dalam ketekunan dan kesetiaan. Seperti kata Gamaliel dalam Kisah Para Rasul 5: 38-39: “Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.”(KD)

Leave a Reply