SETIALAH PADA PILIHAN HIDUP ANDA
Bacaan: 2 Timotius 3:10-17
Andik bekerja di sebuah perusahan. Sebagai seorang Kristiani sejati, dia berusaha hidup jujur dalam bekerja. Rekan-rekan kerjanya sering terlambat dan bahkan tidak menunjukkan kinerja yang baik. Pilihan Andik untuk jujur dalam bekerja bukan tanpa hambatan. Rekan-rekannya yang tidak jujur dalam bekerja mulai menjauhinya. Hidup dalam suasana dijauhi oleh teman-teman sempat membuat Andik untuk tidak setia pada komitmennya untuk hidup jujur. Syukurlah, pesan dari Pastor Katolik yang pernah dia temui sungguh menggema dalam hatinya, yakni: “Hayatilah imanmu kepada Yesus Kristus sekalipun orang lain menganggapmu gila”. Andik pun tetap teguh pada komitmennya. Betapa akhirnya Tuhan memberkati karirnya dan bahkan dia berhasil merubah orang-orang yang ada di sekitarnya.
Komitmen pada penghayatan hidup sebagai orang kristiani sudah lama diminta oleh Paulus kepada orang-orang Kristen. Misalnya, Paulus menasehati Timotius agar tetap setia menghayati cara hidup yang diteladankan kepadanya. Paulus sudah mengajarkan dan meneladankan kepadanya bagaimana hidup saleh dalam Kristus Yesus. Dalam keteladanan hidupnya, Paulus menunjukkan kesetiaan yang luar biasa terhadap Tuhan Yesus sekalipun menghadapi tantangan dan ancaman pembunuhan. Aneka tantangan dan kesulitan yang dihadapinya dilihat sebagai sesuatu yang harus dialami oleh mereka yang mau hidup saleh dalam Kristus.
Kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh Paulus rupanya juga dialami oleh Timotius. Ada kemungkinan Timotius berada dalam godaan untuk tidak setia pada imannya. Oleh Karena itu, Paulus mengingatkan dan sekaligus meneguhkan dia untuk tetap memiliki komitmen yang kuat terhadap pilihan hidupnya sebagai pengikut Kristus seperti yang diajarkan dan diteladankan oleh orang yang telah mendidiknya menjadi seorang Kristiani yang sejati. Bagi Paulus komitmen itu hanya akan terpelihara jika selalu mendekatkan diri pada Tuhan lewat firmanNya dan belajar dari keteladanan hidup mereka yang setia pada jalan Tuhan.
Sebagai orang Kristiani, kita sudah membuat komitmen untuk menjadi seorang kristiani yang sejati. Lewat janji baptis, kita sudah menyatakan kesetiaan kita untuk menghayati iman kita dalam hidup sehari-hari. Tetapi, apakah kita menyangkal komitmen iman kita terhadap Kristus ketika kita menghadapi tantangan, entah itu penganiayaan atau tawaran yang menggiurkan, hanya karena pilihan hidup kita untuk menjadi orang kristiani yang sejati? “Hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini” (2 Tim 3:14). (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: Iman, komitmen, Setia, tantangan




