MEMBUKA DIRI
Bacaan: Lukas 1:39-56
Setiap orang dari antara kita pasti memiliki kebiasan mengunjungi keluarga, sahabat dan siapa saja yang kita kenal. Kunjungan memiliki makna yang luar biasa, entah untuk keakraban atau pun untuk menyatakan simpatik kita kepada orang lain. Kehadiran para sahabat atau pun kehadiran diri kita sendiri kerapkali begitu meninggalkan kesan yang mendalam karena telah meringankan beban hidup kita dan orang lain.
Arti pentingnya kehadiran orang lain dalam hidup rupanya juga dirasa penting oleh Maria. Sesudah mendengar kabar dari Malaikat bahwa dia akan mengandung seorang Anak laki-laki, walaupun dia belum bersuami, Maria pergi mengunjungi Elisabet, saudaranya. Ada pun Elisabet sedang mengandung seorang anak, pada hari tuanya. Apa yang istimewa dari kunjungan, dari perjumpaan kedua wanita ini?
Maria dan Elisabet rupanya adalah dua wanita yang mengemban tugas ilahi dari Tuhan. Maria yang belum bersuami diberi anugerah untuk mengandung Yesus dan Elisabet sedang mengandung seorang bayi yang akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus. Tugas ini bukanlah tugas yang mudah dijalani. Kita bisa memastikan, jika kita melihat dari sisi kemanusian mereka, bahwa kedua wanita ini pastilah mengalami aneka kesulitan, mulai dari berjalan dalam kegelapan iman untuk mengerti dan menemukan kehendak Allah atas apa yang mereka alami hingga kesulitan yang dimunculkan oleh aneka pertanyaan atau gosip miring dari orang-orang pada zamannya yang juga belum memahami apa yang terjadi atas kedua wanita ini. Di situasi inilah, kita bisa memahami betapa kaya makna dari peristiwa Maria mengunjungi Elisabet ini. Kunjungan ini sangat diwarnai nuansa iman. Melalui kunjungan yang kaya akan nuansa iman ini, mereka hendak saling berbagai rasa dan sekaligus meneguhkan agar tetap kuat menerima kehendak dan panggilan Allah yang begitu luar biasa dan sekaligus begitu berat, sarat dengan penderitaan!
Kehidupan yang kita jalani bukan sekedar kehidupan yang tanpa makna dan tujuan. Masing-masing di antara kita memiliki panggilan hidup seperti Maria dan Elisabet. Allah memanggil kita sesuai dengan kondisi dan profesi hidup kita. Dalam menjalani panggilan itu, terkadang kita frustasi, kecewa, takut, dan bahkan tidak mampu menjalani panggilan hidup kita karena alasan-alasan tertentu. Betapa pentingnya bagi kita keluar dari diri kita sendiri dan hadir di tengah kehidupan para sahabat, tetangga atau siapa saja yang sedang mengalami beban berat dalam hidupnya. Tetapi, betapa pentingnya juga bagi kita membuka diri bagi kehadiran orang lain, yang ingin membawa pesan bahwa kita tidak sendirian karena mereka ada bersama kita. (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: berbagi, elisabet, kunjungan, maria




