MENGABDI DAN MELAYANI
Bacaan Injil : Mrk. 10:32-45
Hari-hari ini, di media televisi dan di Koran banyak kita jumpai iklan para tokoh yang hendak mencalonkan diri menjadi presiden; juga di jalan-jalan banyak kita jumpai pamlet atau spanduk. Mereka sudah menabuh genderang perang untuk merebut kursi Presiden 2009. Yah, mungkin ini tidak dikatakan secara langsung, tapi memang itulah faktanya. Ada yang menonjolkan kelompok petani; seakan-akan, ia adalah tokoh
pembela petani. Ada yang menonjolkan anak-anak; seakan-akan ia adalah tokoh pembela anak-anak. Ada yang menonjolkan keburukan orang lain, supaya ia tampak baik. Mereka semua sedang berusaha merebut kekuasaan, menjadi orang nomor satu.
Hari ini, sama seperti yang sedang terjadi di sekitar kita, kitapun mendengar dalam Injil bagaimana Yohanes dan Yakobus mengincar kekuasaan di sebelah kanan dan di sebelah kiri Yesus. Yesus segera menanyai mereka, “Sanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum?” Tetapi, mereka segera menjawab “kami sanggup.” Apakah para murid itu sungguh-sungguh tahu apa yang dimaksud dengan piala yang harus diminum oleh Yesus? Apakah para murid itu sungguh-sungguh sanggup? Rasanya, begitu mudah mereka berkata “kami sangup.” Sama seperti para pemimpin di sekitar kita ini, juga para tokoh yang sedang “berkampanye” itu, begitu mudah mereka mengatakan mereka membela orang kecil; begitu mudah mereka mengumbar janji pendidikan gratis, kesehatan gratis, masa depan yang lebih cerah, dan sebagainya. Apakah mereka sungguh-sungguh dengan ucapan mereka itu atau sekedar mengumbar janji?
Kekuasaan memang begitu menggoda dan memikat. Banyak orang mengincarnya. Bahkan mungkin kekuasaan itu membuat orang buta akan tanggungjawab atau konsekuensi yang harus dilaksanakannya. Yesus sungguh-sungguh tahu akan hal itu, maka, Ia memberi pesan kepada kita semua, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Nasihat ini sungguh penting agar kita semua ingat bahwa kekuasaan berarti sebuah pelayanan, pengabdian. Yesus sendiri membuktikannya dengan mengorbankan nyawanya di kayu salib. Maka, saudara-saudara, marilah kita selalu ingat akan nasihat Tuhan ini, sebab “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” Kita hidup bukan untuk mencari dan mengejar kekuasaan, melainkan untuk mengabdi dan melayani. (fr. kurniawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: melayani, mengabdi




