• Categories

  • Foto-foto

    Foto Bersama

    candi

    More Photos
  • Archives

  • Recent Comments

    Fr. Bastian-Wawan, C… on Buku Tamu
    Ignatius on Buku Tamu
    Flo on Buku Tamu
    herlina tanaga on SERAHKAN HIDUPMU PADA-NYA
    Fr. Bastian-Wawan, C… on Buku Tamu
    Fr. Bastian-Wawan, C… on SEKSUALITAS MANUSIA: DALAM PER…
  • Blog Stats

    • 49,551 hits
  • RSS Berita Kompas

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

[RENUNGAN] 26 Mei 2008

Markus 10:17-27

Ada seorang kaya yang berlari-lari datang menemui Yesus. Ia dengan terengah-engah bertanya kepada Yesus: “… Apa yang harus kuperbuat untuk memperolah hidup yang kekal?” Lalu Yesus menyebut segala perintah Allah: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, …” Jawab orang itu, “Semuanya telah kuturuti sejak masa mudaku.” Jawab Yesus: “Hanya satu yang kekuranganmu, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta disurga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Orang itu sedih sekali karena banyaklah hartanya. Lalu Yesus bertkata kepada murid-muridNya. “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Jika demikian, siapakah yang dapat masuk Kerajaan Allah? Itulah pertanyaan para murid Yesus saat itu dan pertanyaan kita saat ini. Yang dapat masuk Kerajaan Allah adalah orang yang memiliki sikap lepas bebas dari segala ikatan tanah milik, barang, uang, dan orang untuk dapat mengarahkan hidup pada Kristus.

Memang harus diakui, ikatan yang paling sulit dilepaskan manusia untuk mengikuti Yesus adalah harta benda. Karena memiliki uang maka orang dapat beli narkoba dan menghancurkan hidupnya. Karena memiliki banyak uang maka orang bisa main perempuan, berjudi, dan mabuk-mabukan. Bahkan karena harta warisan, orang tua dan saudara sekandung saja, rela dianiaya bahkan dibunuh. Akibatnya mereka sulit untuk menghayati perutusan kemuridan untuk mencintai Allah dan sesama. Maka benarlah sabda Yesus “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Orang yang memiliki sikap lepas bebas adalah orang yang memiliki kebijaksanaan berkata “cukup.” Artinya berani berkata “cukup” atas keperluan tanah milik, barang, uang, dan orang demi mengarahkan hidupnya kepada Kristus. Karena kita ini, tidak akan pernah puas akan harta milik. (guns)

Leave a Reply