[RENUNGAN] Kamis, 22 Mei 2008

Bacaan: Markus 9:41-50

“Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan keduabelah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan”

Inti sabda Yesus hari ini ialah bahwa segala dosa adalah tindakan yang buruk, terlebih sikap hidup kita yang membuat orang lain berdosa. Perkataan Yesus sangat keras!Tanpa kita sadari sering kali kita menjadikan anggota tubuh kita (mata, tangan, kaki, mulut) sebagai sarana atau alat yang mengakibatkan diri kita atau bahkan orang lan hidup dalam kedosaan. Entah saat kerja di kantor, saat kita sekolah atau hidup bersama dalam komunitas. Pernahkah kita diam sejenak setiap hari untuk memeriksa hidup dan diri kita dihadapan Tuhan dan sesama?

Sabda hari ini menjadi inspirasi dan roh yang menyadarkan kita akan sikap kita selama ini dihadapan Tuhan dan sesama. Sudahkan hidup kita menjadi garam yang memancarkan cinta Tuhan terhadap sesama? Meskipun kita kecil namun kita akan bisa menjadi garam dalam hidup kita. Kata-kata Yesus menjadi lebih penting bagi kita untuk memperbaharui diri setiap hari dan setiap saat ” Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang laen” (Mrk 9: 50b). Menjadi garam berarti menjadikan hidup kita setiap hari sebagai sumber cinta, kebaikan, kedamaian, belas kasih, dan kejujuran. Paus Yohanes Paulus II pernah mengatakan begini ” jika kamu menginginkan kedamaian berusahalah bagi keadilan. Jika kamu ingin keadilan, belalah kehidupan. jika kamu menginginkan Kehidupan, carilah kebenaran-kebenaran yang diungkapkan Tuhan. Marilah saudaraku kita bergerak untuk mencari kebenaran Tuhan Yesus sendiri, sehingga kehadiran kita di mana pun bisa menjadi garam (berkat) bagi sesama. (fr. suyato, cm)

Leave a Reply