Yakobus 1:12-18
Ada seorang dokter, sebut saja namanya, dr. Shinta, bekerja di salah satu rumah sakit yang cukup terkenal. Sehari-hari dia bergumul dengan para penderita HIV-AIDS, yang sebagian besar berusia 24 – 30 tahun. Dari tahun ke tahun, jumlah penderita yang menimpa kaum muda semakin meningkat. Mengapa banyak kaum muda yang terkena penyakit itu? Menurut dokter itu, salah satu faktor mengapa kaum muda sangat gampang tertular penyakit itu adalah pergaulan bebas mereka yang tidak terkendalikan. Mereka ingin bebas dan mencoba segala hal yang baru agar diakui sebagai orang gaul. Betapa keinginan kita yang tidak dipikirkan dan hanya dilatarbelakangi oleh kepuasan sesaat membawa kita pada kehancuran. Pantaskah kita menyalahkan orang lain atau Tuhan?
Santo Yakobus mengajak umat untuk tidak menyalahkan Allah ketika mereka berhadapan dengan aneka cobaan. Ada bahaya orang akan menuduh Allah sebagai Pribadi yang bertanggung jawab atas segala derita dan kesulitan hidup sebagai akibat godaan tersebut. Tetapi, Yakobus dengan tegas mengatakan bahwa “Allah sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut” (1:13-15). Karena itu, kita yang bertanggung jawab atas apa yang kita alami. Kita tidak pantas menyalahkan orang lain dan apalagi Tuhan!
Ada aneka cobaan yang berada di hadapan kita setiap saat. Cobaan itu menampilkan dirinya dengan menarik dan memikat. Terkadang kita terbuai dengan bujukannya. Misalnya, tawaran untuk menjadi kaya dengan mendatangi dukun; diskon murah dan dapat hadiah jika membeli barang dalam jumlah besar sekalipun itu bukan kebutuhan mendasar; mendapatkan posisi baik dengan mengorbankan iman. Yakobus mengajak setiap orang Kristen agar tahan uji terhadap godaan dan tidak jatuh dalam kesesatan hingga menyalahkan Tuhan hanya karena kelalaiannya sendiri.
Apakah aku mampu mengendalikan keinginanku yang tidak teratur? Adakah aku lebih suka menyalahkan orang lain dan bahkan Tuhan sendiri, sementara derita yang aku alami saat ini sebagi buah dari kecerobohanku? (fr. bastian-wawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: cobaan, keinginan tidak teratur, menyalahkan, tanggung jawab, Tuhan




