BERPROSES
Yohanes 16:29-33
Tidak ada sesuatu yang sekali jadi, semuanya memerlukan proses. Kalau mau menjadi guru, maka orang perlu mencintai pekerjaan guru dan mengembangkan ketrampilan untuk menjadi guru. Kalau mau menjadi pedagang sukses, maka orang perlu membuka jaringan dengan para produsen dan berusaha melayani para konsumen sebaik mungkin. Kalau kita mau menjadi mahasiswa-mahasiswi yang baik, maka kita harus bertekun melakukan studi pustaka dan penelitian serta rajin mengikuti perkembangan situasi masyarakat, ilmu dan teknologi yang sedang berkembang. Ya, semuanya membutuhkan proses.
Pemahaman para murid akan Yesus juga tidak terjadi serta merta. Pengenalan para murid akan Yesus adalah suatu proses panjang dan terus menerus sejak mereka dipanggil dan tinggal bersama Yesus sampai wafat dan kebangkitan Kristus. Dalam bacaan Injil hari ini, para murid mulai memahami dan percaya bahwa Yesus yang mengetahui segala sesuatu itu, datang dari Allah. Sebelumnya mereka tidak memahami hal itu. Bagaimanakah para murid dapat mengenali Yesus itu? Para murid mengenali Yesus karena Yesus berterus terang kepada mereka. Yesus membuka hati para murid dan memperkenalkan diriNya maka mereka percaya bahwa Yesus itu Tuhan.
Kadang kita kurang sabar dalam berproses. Kita ingin semuanya berlangsung cepat (instant) terlebih hal-hal yang menyenangkan dan menguntungkan kita. Saat harus menghadapi penganiayaan / berbagai macam kesulitan, kita lalu mudah berputus asa dan bahkan meninggalkan Tuhan. Kita kurang mampu melihat bahwa kesulitan yang kita hadapI itu adalah bagian dari proses. Terlebih lagi lalu kita lupa akan kehadiran Allah dalam hidup kita. Kita lupa bahwa Dia selalu siap sedia membantu kita. “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33). Mari kita berproses bersama Allah dalam setiap langkah hidup kita. (fr. gunawan, cm)
Filed under: daily bible | Tagged: Kebangkitan, mengenal Yesus, murid, Percaya, Roh Kudus, Sengsara, Tuhan, wafat, Yesus




