Perubahan alamat blog

Para pengunjung blog diamsejenak.wordpress.com yang terkasih,

Sudah beberapa bulan ini, blog ini tidak ter-update karena aneka alasan. Salah satu alasan adalah diamsejenak sudah waktunya ganti wajah dan punya domain sendiri. Berkat bantuan Saudara Ferry, maka blog ini berganti wajah dan memiliki domain sendiri.

Maka bagi para saudara yang ingin tetap mendapatkan artikel rohani dari blog ini, kunjungi http://www.diamsejenak.com

Semoga saudara tetap semakin mencintai keheningan untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan!

Tuhan memberkati!

Syalom

Rm. Bastian-Wawan, CM

[RENUNGAN] Rabu, 4 November 2009

Pw S. Karolus Borromeus
Rm. 13:8-10; Luk. 14:25-33
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia.

 

SIAPKAN

 

Ada yang meminta segalanya serba gratis, sementara ia tak mau membayar pajak. Mental seperti ini terbangun dari kebiasaan menuntut sebelum bertanya apa yang telah ia lakukan bagi masyarakatnya.  Demikian juga iman bisa menjadi demanding,mudah menuntut dan mengeluh. Hal ini terjadi pada setiap orang yang tak pernah mau melihat kenyataan bahwa salib adalah prasarat setiap murid Kristus. Jangan jadikan salib sebagai umpatan setelah semua terjadi saja, “wah memang ini salibku”, tetapi jadikan kesiapan batin untuk menanggung apapun yang Tuhan siapkan dan kehendaki. Siapkanlah diri anda (rm. suparno cm)

[RENUNGAN] Selasa, 3 November 2009

Rm. 12:5-16a Luk. 14:15-24

Berkatalah seorang dari tamu-tamu: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.

 

DATANGLAH, ANDA DIUNDANG

Cerita ini adalah sindiran tajam terhadap masyarakat Yahudi yang diundang pertama untuk mendengarkan kabar baik Yesus, tetapi mereka tidak datang. Karena itu Yesus meramalkan bahwa kelak warta gembira akan pesta surgawi ini justru didengar dan dihadiri oleh orang-orang dari berbagai penjuru bumi yang mau membuka telinga hatinya. Sejauh mana anda berbahagia boleh mengenal pewartaan kabar gembira Tuhan Yesus? (rm. suparno, cm)