Posted on November 4, 2009 by Rm. Bastian-Wawan, CM
Pw S. Karolus Borromeus
Rm. 13:8-10; Luk. 14:25-33
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia.
SIAPKAN
Ada yang meminta segalanya serba gratis, sementara ia tak mau membayar pajak. Mental seperti ini terbangun dari kebiasaan menuntut sebelum bertanya apa yang telah ia lakukan bagi masyarakatnya. Demikian juga iman bisa menjadi demanding,mudah menuntut dan mengeluh. Hal ini terjadi pada setiap orang yang tak pernah mau melihat kenyataan bahwa salib adalah prasarat setiap murid Kristus. Jangan jadikan salib sebagai umpatan setelah semua terjadi saja, “wah memang ini salibku”, tetapi jadikan kesiapan batin untuk menanggung apapun yang Tuhan siapkan dan kehendaki. Siapkanlah diri anda (rm. suparno cm)
Filed under: daily bible | Leave a Comment »
Posted on November 3, 2009 by Rm. Bastian-Wawan, CM
Rm. 12:5-16a Luk. 14:15-24
Berkatalah seorang dari tamu-tamu: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
DATANGLAH, ANDA DIUNDANG
Cerita ini adalah sindiran tajam terhadap masyarakat Yahudi yang diundang pertama untuk mendengarkan kabar baik Yesus, tetapi mereka tidak datang. Karena itu Yesus meramalkan bahwa kelak warta gembira akan pesta surgawi ini justru didengar dan dihadiri oleh orang-orang dari berbagai penjuru bumi yang mau membuka telinga hatinya. Sejauh mana anda berbahagia boleh mengenal pewartaan kabar gembira Tuhan Yesus? (rm. suparno, cm)
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on August 26, 2009 by Rm. Bastian-Wawan, CM
Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.
Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”
Sang adik tersenyum dan berkata,“Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.
Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.
Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi Read more »
Filed under: cerita | Leave a Comment »